
Sumedang, DimensiKeadilan.co.id – Anugerah Gapura Panca Waluya adalah penghargaan bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berhasil menerapkan pendidikan karakter Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer).
Pelaksanaan Anugerah Gapura Panca Waluya Jawa Barat secara konsisten dinilai dari 9 indikator seperti kebersihan lingkungan, mutu guru, inovasi siswa, dan pengembangan karakter, dengan tujuan membentuk generasi unggul Jawa Barat yang sehat, berakhlak, jujur, cerdas, dan adaptif. Pemenang mendapatkan penghargaan langsung dari Gubernur Jabar.
SMAN 1 Sumedang tengah mempersiapkan diri menghadapi tahap visitasi setelah dinyatakan masuk 10 besar Anugerah Gapura Pancawaluya tingkat Provinsi Jawa Barat.
Persiapan dilakukan oleh seluruh panitia pelaksana yang kini bekerja intensif menata berbagai komponen penilaian.
Ketua Pelaksana Anugerah Gapura Pancawaluya SMAN 1 Sumedang, Taryat Sudrajat, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya dipercaya sebagai ketua pelaksana. Kami sudah membentuk sembilan kelompok kerja (Pokja) sesuai SK, mulai dari kebersihan lingkungan, peningkatan mutu guru, pendidikan ekologi, kreativitas dan inovasi, perilaku hidup sehat, penggunaan kendaraan umum, pengembangan lingkungan sejuk, perilaku peserta didik di luar sekolah, hingga peningkatan pendidikan agama. Selain itu kami juga membentuk satu tim tambahan yaitu tim IT untuk mendukung kelancaran program,” katanya kepada media, Rabu (03/12/2025).
Taryat menjelaskan, setelah membuka aplikasi SIPALAWA, pihaknya mendapati bahwa SMAN 1 Sumedang masuk dalam deretan 10 besar sekolah terbaik.
Pencapaian itu langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kepala SMAN 1 Sumedang, Titin, yang memberikan arahan dalam tahap persiapan visitasi.
“Kami sedang menyiapkan seluruh bahan yang sebelumnya ditampilkan dalam video, melengkapi literatur, dan memverifikasi bukti fisik pelaksanaan program,” tutur Taryat.
Ia berharap, saat tim penilai provinsi melakukan visitasi, semua bukti tersebut dapat menunjukkan bahwa sekolah benar-benar melaksanakan program Gapura Pancawaluya secara nyata.
Menjelang penilaian, sekolah juga mempercantik area lingkungan, termasuk gapura yang akan menjadi ikon penyambutan tim penilai.
“Kami menata kembali kebersihan lingkungan dan mempersiapkan gapura dengan nuansa Sunda,” kata Taryat.
Lebih jauh, Taryat menjelaskan bahwa Pancawaluya berasal dari kata panca (lima) dan waluya (kesejahteraan). Program ini menekankan lima karakter utama peserta didik, yaitu:
Cageur: sehat lahir batin
Bageur: berperilaku baik dan mampu mengendalikan diri
Bener: jujur dan berintegritas
Pinter: cerdas dan berkembang sesuai kapasitas
Singer: mampu tampil dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, karakter ini menjadi landasan penting dalam pembinaan peserta didik di SMA, yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Taryat menegaskan bahwa pencapaian 10 besar ini merupakan “bonus” dari kerja keras seluruh tim.
“Kami tidak menargetkan masuk 10 besar. Kami hanya bekerja ikhlas, bertanggung jawab, dan profesional sesuai arahan pengawas pembina serta ketentuan yang ditetapkan pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Masih menurut Taryat, Visitasi dari tim penilai provinsi dijadwalkan pada 1–3 Desember, namun masih menunggu kepastian karena terdapat perubahan jadwal. Informasi resmi nantinya akan diperoleh melalui aplikasi SIPALAWA.
“Kami terus berusaha maksimal sambil berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Di bawah kepemimpinan Ibu Titin sebagai kepala sekolah definitif, kami berharap hasil terbaik dapat diraih,” tutup Taryat.







