
Bandung, (DimensiKeadilan) – SMP Bakti Nusantara 666 resmi meluncurkan program inovatif bernama Kombel (Komunitas Belajar) sebagai bagian dari kurikulum sekolah, mata pelajaran pertama yang menjadi fokus program Kombel adalah Bahasa Inggris..
“Program Kombel ini merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta membiasakan Siswa, Guru dan Tenaga Administrasi menggunakan bahasa internasional dalam aktivitas sehari-hari,” kata kepala SMP Bakti Nusantara 666, Agus Abdul Salam, S.Pd.I. Gr, kepada DimensiKeadilan, Rabu, (03/09/25).
Masih menurut Agus, untuk pemaparan program Kombel dilakukan oleh Muhammad Abdullah Wahab, S.Hum dan Sofia Apriani, S.Hum, guru Bahasa Inggris di SMP Bakti Nusantara 666.
“Dalam pemaparan program tersebut, kedua guru menekankan pentingnya penerapan Bahasa Inggris secara konsisten pada setiap proses pembelajaran. Beberapa langkah yang menjadi instruksi utama diantaranya membuka pelajaran menggunakan Bahasa Inggris, memimpin doa dalam bahasa Inggris, memberi salam, melakukan absensi, serta menutup materi pembelajaran menggunakan bahasa Inggris,” ungkapnya.

Agus menyatakan bahwa program Kombel bukan hanya sekadar pengajaran bahasa, tetapi juga upaya membentuk budaya belajar yang modern dan mendukung kompetensi internasional.
“Kami berharap, dengan dimulainya program ini, seluruh civitas akademika dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris, sehingga SMP Bakti Nusantara 666 semakin siap menghadapi tantangan pendidikan global,” ujarnya.
Selanjutnya menurut Agus, program Kombel menjadi salah satu bukti komitmen sekolah untuk terus berinovasi, menjadikan pembelajaran tidak hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai kesempatan membangun kemampuan praktis dan keterampilan komunikasi internasional bagi seluruh siswa.
“Program ini awalnya ditujukan kepada guru sebagai tahap awal implementasi. Para guru diharapkan dapat menjadi teladan dalam penggunaan bahasa internasional sebelum program ini diterapkan kepada siswa. Tidak hanya guru dan siswa, SMP Bakti Nusantara 666 juga menargetkan seluruh staf, karyawan, hingga petugas kantin untuk mendukung program ini dengan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Langkah ini dipandang sebagai strategi penting agar siswa dapat terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks formal maupun informal di sekolah, sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi era globalisasi’ tutupnya.
Redaksi








