
Bandung, DimensiKeadilan.co.id— Setelah sukses menyelenggarakan ILS (Implementasi Life Skill) pertama dengan menampilkan beragam bakat dan kreativitas siswa, SMP Bakti Nusantara 666 kembali menggelar kegiatan ILS kedua dengan tema “Kaulinan Budak” atau Permainan Anak-Anak Tradisional Sunda, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal Sunda sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas kepada siswa di tengah maraknya permainan digital modern. Dalam kegiatan ini, setiap kelas diundi untuk mempresentasikan satu jenis kaulinan tradisional khas Jawa Barat, seperti galah, gatrik, hahayaman, bebentengan, sondah, dan permainan tradisional lainnya.
Adapun daftar kaulinan yang ditampilkan oleh setiap kelas adalah sebagai berikut:
- Kelas 7A: Galah
- Kelas 7B: Loncat Tinggi
- Kelas 7C: Boy Boyan
- Kelas 8A: Sapintrong
- Kelas 8B: Pris-prisan / Bebentengan
- Kelas 8C: Gatrik
- Kelas 9A: Sorodot Gaplok
- Kelas 9B: Hahayaman
- Kelas 9C: Sondah
Setiap kelas menampilkan dua bagian kegiatan, yaitu presentasi dan praktik langsung permainan. Pada sesi presentasi, perwakilan siswa menjelaskan asal-usul, aturan main, serta nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kaulinan tersebut. Sedangkan pada sesi praktik, kelompok siswa lainnya memperagakan permainan di lapangan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat mengenal kembali permainan masa kecil yang sarat makna kebersamaan dan kerja sama. Tak hanya itu, guru-guru juga turut memberikan pertanyaan interaktif kepada siswa, khususnya dalam ranah Bahasa, Budaya, dan Olahraga. Siswa yang aktif dan berhasil menjawab dengan benar mendapatkan doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi dan motivasi belajar.

Selain itu, di akhir kegiatan, guru memberikan penilaian terhadap setiap penampilan, dan dipilih penampilan terbaik dari masing-masing kelas sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas, kerja sama, dan kekompakan siswa selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan suasana gembira, tetapi juga sarat nilai edukatif. Melalui permainan tradisional, siswa belajar untuk menghargai warisan budaya, membangun kerja sama, serta melatih sportivitas dalam bermain.
Kepala SMP Bakti Nusantara 666, Agus Abdul Salam, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat siswa dalam kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga mendidik. Anak-anak belajar menghargai budaya sendiri, sekaligus melatih interaksi sosial yang positif di tengah arus teknologi digital,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya ILS kedua ini, SMP Bakti Nusantara 666 kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, serta berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
Oleh: Red








