
Bandung, DimensiKeadilan.co.id – Implementasi life skill bertujuan untuk membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk menghadapi tantangan hidup secara mandiri dan produktif, seperti kegiatan sehari-hari di sekolah, ekstrakurikuler yang beragam, program terstruktur di sekolah, dan penekanan pada penguasaan skill interpersonal, serta komunikasi dan pemecahan masalah.
SMP Bakti Nusantara 666 Cileunyi, melaksanakan kegiatan ILS (Implementasi Life Skill) sebagai program pengembangan bakat dan kreativitas siswa di tingkat kelas. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta didik agar mampu mengekspresikan kemampuan mereka, baik dalam aspek sosial, moral, maupun keterampilan kolaboratif.
Kegiatan ILS melibatkan berbagai mata pelajaran dari kelompok sosial dan agama, di antaranya IPS, Pendidikan Pancasila, Bimbingan Konseling, serta Pendidikan Keagamaan. Kolaborasi lintas mata pelajaran ini bertujuan agar siswa dapat melihat implementasi nilai Pancasila dari berbagai sudut pandang yang saling melengkapi.
Sebelum kegiatan ILS dimulai, seluruh siswa dan civitas akademika SMP Bakti Nusantara 666 melaksanakan salat Duha bersama di Masjid At-Thosin. Kegiatan ibadah ini merupakan rutinitas dan pembiasaan positif yang senantiasa dilakukan sebagai upaya menanamkan kedisiplinan dalam beribadah serta menumbuhkan karakter religius pada diri setiap peserta didik.
Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan khidmat oleh Bapak Ujang Abdul Yatman. Pembacaan ayat suci tersebut menjadikan suasana awal acara terasa lebih sakral dan penuh makna, sekaligus menjadi harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan.
Setelah itu, acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Bakti Nusantara 666, Agus Abdul Salam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ILS ini harus memiliki dampak positif bagi peserta didik serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang pelajar.

“Dalam pelaksanaan ILS saya himbau agar mengutamakan penguatan karakter, kerja sama, tanggung jawab, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktivitas siswa baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” katanya, Kamis, (27 November 2025).
Tema ILS pada kesempatan kali ini adalah “Mewujudkan Generasi Berkarakter melalui Nilai-nilai Pancasila”. Melalui tema tersebut, siswa diarahkan untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila, kemudian menerapkannya dalam perilaku, kerja sama kelompok, serta karya kreatif yang mereka tampilkan.
Untuk Kegiatan pelaksanaan ILS dipandu oleh pembawa acara, Irna Nurainiyah dan Nena Sri Rahayu, serta juri yang menilai penampilan siswa oleh Yanti Nurfadilah selaku guru Bimbingan Konseling (BK) dan Yuliani sebagai Guru Agama.
Kedua juri memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, kesesuaian tema, kerja sama tim, kemampuan penyampaian pesan, serta nilai moral yang berhasil dikemas dalam setiap drama.
Memasuki kegiatan inti, setiap kelas menampilkan sebuah drama ilustrasi yang dirancang untuk memberikan gambaran atau penjelasan tentang pesan moral, peristiwa, atau keadaan tertentu. Berbeda dengan drama yang hanya berfokus pada hiburan, drama ilustrasi memiliki fungsi edukatif sehingga pesan atau nilai yang ingin disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh penonton.

Sebagai bentuk penguatan karakter dan spiritualitas, setiap kelompok diwajibkan untuk menyampaikan dalil serta hikmah yang dapat diambil dari drama yang mereka tampilkan. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menghubungkan pesan moral dalam pementasan dengan ajaran agama dan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ILS ini, peserta didik tidak hanya belajar mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan seni peran, tetapi juga belajar bagaimana mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama secara nyata dalam perilaku dan sikap mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik.







